Skip to main content

sajak " Jibam " by Ujang.

                          JIBAM 

 Dunia yang bulat adalah bersegi baginya

 Benda yang Hodoh menjadi cantik pada pandangan mata

 Katak pisang & binatang kecil adalah teman sepermainannya

 Nyanyian untuknya Amat Pilu nengusik jiwa

 Dia disambut bukan di pesta besar, ssmbutan yang diterimanya adalah sepak terajang dan Penghinaan.

 Air mata adalah Teman

 Tetapi tidak pernah mengertikan

 Dia terus hidup.. Terus bermain dalam hidupnya

 Memburai rahsia kematian orang yang disayanginya

 Namun, dia tetap tabah.

adapted from Jibam, by Ujang.







Comments

Popular posts from this blog

Aku dan seorang, a poem

Bagai rumah usang Seorang lelaki tua Duduk di hujung ruang Matanya ada laut Jauh kulayar perasaanya  Rentasan tidak berpenghujung Madahnya saja puisi Yang mengisi dan bererti Didahinya tercoret Garisan sejarah  Rupa usia yang dijajah Kepalanya gedung ilmu Pandangannya menyapa aku Tentang alasan Susahnya membaca buku -R, 22; siapa aku?